Selasa, 24 Mei 2022

TURUT SENANG DAN BANGGA

 Alhamdulillah, turut senang dan bangga atas lahirnya ulama muda asal Indonesia ini. Kemarin-kemarin, beritanya berseliweran di beranda hampir setiap hari.

Pria yang memiliki nama lengkap Muhammad Saihul Basyir ini, sudah berhasil menghafal 1.682 hadits jilid 3 kitab jam'u shahihain di Masjid Nabawi dalam waktu 7 hari dari target 14 hari. Allahu Akbar!
Tak hanya itu, pemuda yang hafal 30 Juz Al-Quran sejak kelas 6 SD itu, sudah menguasai banyak kitab, salah satunya kitab Bulughul Maram. Dan, pernah menjuarai MTQ Nasional cabang 30 Juz dan tafsir Bahasa Arab.
Bahkan, ulama muda yang merupakan putra dari Bapak Tamim (Mutammimul Ula), tokoh dan mantan anggota DPR RI ini, sempat juga di Madinah untuk menguasai Shohih Bukhari Muslim.
Kabarnya, sekarang sudah ada di Indonesia dan mulai aktif berdakwah mengisi ceramah -ceramah.
Ada satu hal yang membuat Saya tertarik untuk mengulas beliau disini, yaitu tentang daya serap otaknya yang DAHSYAT. Bayangkan saja, kabarnya, dalam sebulan bisa menghafal hingga 1.000 hadits. Maasyaa Allah tabarakallah. Allahu Akbar!
Kemarin, sempat ada tulisan dari beliau yang merespon tentang ramai berita tentang dirinya. Lalu berkisah pengalaman yang cukup menginspirasi, yaitu tentang minimnya persiapan ketika mau ada ujian di kampus.
Pada saat itu, teman-temannya sibuk belajar dan mempersiapkan untuk ujian. Namun, beliau lebih memilih fokus dan sibuk Talaqqy bersama Syaikh. Hal itu, membuat teman-temannya bertanya, kenapa nggak pernah ikut belajar bareng. Begitu ujarnya.
Hingga akhirnya, H-1 sebelum ujian, beliau berziarah ke raudhah, lalu shalat dan berdoa disana memohon kemudahan. Kemudian dilanjut belajar ala kadarnya dan saat hari H ikut ujian.
Setelah ujian selesai, ia kembali sibuk dan aktif Talaqqy bersama Syaikh di Madinah seperti biasa.
Singkat cerita, ada pengumuman kelulusan dari kampus yang menginformasikan bahwa hanya 1 orang yang lulus dari sekian banyak mahasiswa yang ikut ujian. Siapa sangka, pria yang memiliki nama sapaan Basyir lah yang dinyatakan lulus.
Maasyaa Allah tabarakallah. Allahu Akbar!
Bagaimana tidak, secara persiapan beliau lebih minim dibanding teman-temannya. Namun begitulah perhatian dan kasih sayang Allah terhadap ahlul Qur'an, senantiasa diistimewakan oleh-Nya.
Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ هُمْ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
“Sesungguhnya di antara manusia ada yang menjadi ‘ahli’ Allâh”. Para Sahabat Radhiyallahu anhum bertanya, “Wahai Rasûlullâh! Siapakah mereka?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Mereka adalah ahli al-Qur’an, (merekalah) ahli (orang-orang yang dekat dan dicintai) Allâh dan diistimewakan di sisi-Nya. (Riwayat Ahmad 3/127)
Pada akhirnya, kita semua berharap, semoga Allah anugrahkan kita anak-anak yang sholih-sholihah, cerdas, ahlul Qur'an, 'alim, dan bermanfaat untuk umat. Aamiin.
Salam,
Luqmanul Hakeem
Bogor, 19 Syawal 1443H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar